Green Building
Back 01/13/2020

Green Building

Pada ilmu rancang bangun atau dunia arsitek kita sering mendengar istilah green building. Apa itu green building? Green Building adalah cara atau konsep yang menjadikan suatu bangunan / rumah hunian atau ruangan yang disesain untuk mendapatkan suasana hidup / kehidupan atau suasana kerja yang sehat dan nyaman sekaligus merupakan bangunan yang hemat energi, dari sudut perancangan, pembangunan, dan penggunaan yang dampak negatif terhadap lingkungannya sangat minim.

Penerapan green building ini dimulai sejak tahap perencanaan bangunan, pembangunan, pengoperasian hingga dalam operasional pemeliharaannya sangat memperhatikan aspek-aspek dalam melindungi, menghemat, mengurangi penggunaan sumber daya alam, dan menjaga mutu dari kualitas udara di dalam ruangan, selain itu sangat memperhitungkan dan memperhatikan aspek kesehatan bagi penghuninya yang semuanya berpegang kepada kaidah berkesinambungan.

Dengan kata lain Green building adalah upaya untuk dapat menghasilkan suatu bangunan dengan menerapkan aspek-aspek dan prosesnya yang ramah lingkungan, dengan penggunaan sumber daya secara efisien selama daur hidup bangunan sejak perencanaan, pembangunan, operasional, pemeliharaan, renovasi bahkan hingga pembongkaran dari bangunan tersebut.

Aspek Green Building

Berikut empat aspek penting yang perlu diperhatikan pada penerapan konsep green building:

  1. Penerapan material
  2. Penggunaan energi
  3. Penggunaan air
  4. Kesehatan, keamanan dan kenyamanan penghuni

Tujuan Green Building

Tujuan utama penerapan konsep green building adalah untuk meminimalkan dampak yang akan disebabkan dalam bangunan tersebut baik itu selama pelaksanaan dan selama penggunaan.

Contoh Bangunan Green Building di Indonesia

Terdapat beberapa bangunan dengan penerapan konsep green building di Indonesia yang terkenal diantaranya

  1. Sequis Center

Salah satu bangunan ramah lingkungan di Jakarta ini dapat menghemat penggunaan listrik hingga 28.12 persen dari baseline dan juga penghematan air hingga 28,26 persen. Angka tersebut bukanlah angka yang kecil untuk persentase penggunaan sumber alam pada bangunan tinggi di Jakarta. Seluruh aspek penghematan energi benar-benar diterapkan pada gedung, sehingga tak perlu dielakkan jika Sequis Center disebut sebagai salah satu bangunan ramah lingkungan di Jakarta.

Sequis Center pernah mendapatkan predikat Gold untuk sertifikasi Greenship Existing Building 1.0 dari Green Building Council Indonesia (GBCI). Sertifikasi ini diraih dari hasil penerapan FARPOINT sebagai pengelola gedung untuk mendukung ekosistem lingkungan yang berkelanjutan

  1. Menara BCA

Pada 2012 lalu, Menara BCA mendapatkan penghargaan dengan sertifikat paling prestisius bertajuk Greenship EB Platinum oleh Green Building Council Indonesia (GBCI). Sebelum mendapatkan sertifikasi ini, Menara BCA telah melalui proses selama lebih dari setahun untuk dinilai penerapan aspek, baik dari penghematan energi, air, sumber, siklus material, kualitas udara, dan kenyamanan ruang. Tidak hanya itu, Menara BCA mendapat penilaian tertinggi pada penghematan energi selama dijalankannya gedung ini.

  1. Pacific Place

Dengan penerapan konsep yang mengusung pada pengehmatan energi yang benar-benar terstruktur, yaitu terdiri dari konsep recycle, reschedule, readjust, dan replacing. Keempat konsep tersebut diaplikasikan ke seluruh gedung demi terciptanya kondisi alam yang baik, meskipun berada di pusat bisnis ibu kota sekalipun, Pacific Place dinobatkan sebagai pusat perbelanjaan pertama yang meraih sertifikasi GREENSHIP Platinum di Indonesia pada tahun 2014.

  1. Kementerian Pekerjaan Umum

Kementerian Pekerjaan Umum meraih predikat gedung ramah lingkungan dengan sertifikat GREENSHIP berlevel platinum pada tahun 2013. Salah satu penerapannya adalah mampu menghemat enegi hingga 61% sehingga hanya perlu membayar listrik 39%. Kemudian penghematan lainnya berupa penghematan air menggunakan daur ulang air hujan, desain/rancangan gedung, hingga ke manajemen bangunan.

  1. Sampoerna Strategic Square

Salah satu gedung ikonik ini tidak hanya menghiasai tengah kota dikawasan Sudirman dengan kemegahanya, namun dibalik kemewahanya tersebut Sampoerna Strategic Square justru mengusung konsep peduli dan ramah lingkungan terutama saat melihat bahwa kebanyakan tenant mereka adalah multi-national company. Penerapan yang dilakukan diantaranya melakukan daur ulang sumber, manajemen sampah, meningkatkan kualitas udara, hingga adanya green team dalam manajemen gedung tersebut, dengan begitu, pihak gedung juga berfokus untuk menghadirkan kenyamanan bagi para karyawan multi-national tersebut.

Dari penjelasan dan contoh diatas dapat disimpulkan bahwa green building merupakan sebuah konsep tentang merencanakan suatu bangunan yang ramah terhadap lingkungan, dan didesain untuk mereduksi dampak lingkungan yang dibangun pada kesehatan manusia dan alam, dengan melalui efisiensi dalam penggunaan energi, air dan sumber daya lainnya, perlindungan kesehatan penghuni dan meningkatkan produktifitas pekerja, mereduksi limbah / buangan padat, cair dan gas, mengurangi polusi / pencemaran padat, cair dan gas serta mereduksi kerusakan lingkungan.

 

Sumber :

sewakantorcbd.com
pemkomedan.go.id